Kategori: Ekonomi

Orang Malas Investasi Padat Karya karena Masalah Tenaga Kerja

Orang Malas Investasi Padat Karya karena Masalah Tenaga Kerja

Orang Malas Investasi Padat Karya karena Masalah Tenaga Kerja, – Pelak usaha mengeluhkan masalah tenaga kerja yang dituding sebagai faktor utama hambatan investasi di sektor padat karya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menjelaskan, selain faktor fiskal, persoalan tenaga kerja masih menjadi hambatan. Khusus untuk masalah ketenagakerjaan, Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang menjadi kompetitor utama dalam menggaet investasi.

“Sekarang kami berkompetisi dengan negara seperti Vietnam terutama untuk industri padat karya. Jam kerja di sana lebih tinggi,” jelasnya kepada https://christian-mommies.com/.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani kini para investor sudah malas berinvestasi di sektor padat karya dan memilih investasi di sektor padat modal. Hal ini tidak terlepas dari masalah ketenagkerjaan yang ada di Indonesia.

“Orang sudah malas kalau investasi di Indonesia yang namanya menyangkut penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar itu sudah males banget,” kata Hariyadi dalam diskusi dengan Forum Pemred terkait UU Cipta Kerja, Kamis malam.

Ia menyebut tren investasi belakangan ini adalah di bidang jasa. “Kalau manufaktur nilai tambahnya tinggi, ini drop semua,” imbuhnya.

Investasi padat karya mulai turun karena masalah pekerja

Masalah turunnya investasi padat karya tidak terlepas dari permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Menurut Hariyadi hal ini karena upah pekerja di Indonesia yang tinggi dibanding negara lain. Mirisnya, hal itu dilengkapi dengan tingkat produktivitas yang rendah.

Berdasarkan data dari yang diterimanya dari JETRO (Japan External Trade Organization), ada 1.800 perusahaan Jepang di Indonesia menyatakan masalah utamanya di ketenagakerjaan yaitu peningkatan upah.

“Bahwa kenaikan upah yang sangat signifikan tahun ke tahun jadi pertimbangan bagi perusahaan kita untuk ekspansi yang menyerap tenaga kerja besar,” kata Hariyadi.

Investasi di Indonesia makin besar tapi serapan tenaga kerjanya rendah

Investasi di Indonesia memang terus meningkat tiap tahunnya. Tapi Hariyadi menyebut terjadi penurunan dari segi penyerapan tenaga kerja. Misalnya pada tahun 2010 saat nilai investasi Indonesia masih sekitar Rp206 triliun. Pada saat itu rasio penyerapan tenaga kerja adalah 5.014 orang per Rp1 triliun.

Lalu di 2013, di mana investasi yang masuk ke Indonesia Rp393,8 triliun namun rasio penyerapan tenaga kerjanya 4.571 orang per Rp1 triliun. “Yang kita baca, investasi yang masuk padat modal semua. Padat karya sudah tersingkir,” ujarnya.

Setelah Krisis Ekonomi Biasanya Ada Masalah Lainnya

Setelah Krisis Ekonomi Biasanya Ada Masalah Lainnya

Setelah Krisis Ekonomi Biasanya Ada Masalah Lainnya, – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta Pusat ramai dengan para petinggi bank dan menteri pagi itu. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan para pejabat lainnya tampak hadir di Menara Radius Prawiro.

Pertemuan itu diketahui sebagai rapat koordinasi para pemangku kebijakan fiskal dan moneter untuk menangkal dampak coronavirus (COVID-19). Pertemuan berlangsung singkat dan tertutup.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengingatkan pandemik COVID-19 bisa diikuti masalah lain di kemudian hari begitu krisis selesai. David merujuk pada krisis tahun 2008 yang berlanjut menjadi krisis pangan di Timur Tengah hingga terjadi pergolakan tiga tahun kemudian. Peristiwa itu dikenal dengan istilah Arab Spring.

“Salah satu pemicunya (Arab Spring) adalah harga pangan, terutama harga gandum. Nah ini harus dipahami karena setelah krisis, ada ikutan masalah yang harus kita antisipasi,” kata David kepada http://utowndc.com/ untuk Indonesia Millennial Report 2021, Jumat.

Pemerintah dinilai sudah tepat untuk antisipasi masalah

Program food estate yang kini mulai dikerjakan pemerintah dinilai David sudah cukup tepat untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul pascapandemik COVID-19 ini.

“Ini penting karena kalau kita ingat krisis 2008 itu diikuti dengan kenaikan harga pangan beberapa tahun kemudian,” ujar David.

Meski demikian, pada Rabu 23 September 2020, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengakui masih ada masalah pembebasan lahan di area yang dikembangkan menjadi food estate. Ia meminta infrastruktur untuk menuju area food estate segera dikerjakan. Dengan mudahnya akses, maka mesin elektronik pertanian tidak mengalami kesulitan untuk masuk ke area lumbung pangan.

Peningkatan batasan Penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

David mengatakan program kartu prakerja dan bantuan tunai ke pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta sudah tepat. Meski begitu, ia menilai pemerintah dapat berbuat lebih. Salah satunya dengan mengadopsi cara yang dilakukan pemerintah pada krisis 2008 dengan meningkatkan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

“Ini pernah dilakukan juga pendapatan tidak kena pajak dinaikkan limitnya oleh pemerintah waktu krisis 2008. Ini paling tidak bisa mendorong daya beli masyarakat pekerja secara keseluruhan,” katanya

Perlunya program cash forward untuk membantu masyarakat

Selain itu David menyoroti masalah bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk jaring pengaman di masa pandemik ini. David menyebut pemerintah bisa lebih tepat dengan menggunakan program cash forward dengan memperluas pembayaran.

“Karena masyarakat bukan hanya butuh kebutuhan pokok seperti gula, beras, garam, minyak goreng tapi ada kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan. Mungkin bentuk cash forward ini lebih baik. Bentuknya kas bisa langsung transfer ke akun. Ini bisa mendorong financial inclusion. Jadi mungkin cara penyampaian sudah terdiversifikasi,” kata David.

Perbankan Terancam Terpuruk Imbas Kredit Macet

Perbankan Terancam Terpuruk Imbas Kredit Macet

Perbankan Terancam Terpuruk Imbas Kredit Macet, – Sektor perbankan dan lembaga keuangan terancam runtuh apabila dunia usaha makin lama terdampak COVID-19. Menurut ekonom senior Faisal Basri, hingga saat ini secara umum perbankan masih bisa mengatur aktivitas ekonomi.

“Tetapi perbankan akan kesulitan kalau makin banyak dunia usaha yang berkepanjangan terdampak COVID-19. Pendapatan turun, tidak bisa bayar kredit, tidak bisa bayar cicilan,” ujar Faisal dalam wawancara khusus bersama http://utowndc.com/, Selasa.

Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur baik perorangan atau perusahaan tidak mampu membayar kredit bank tepat pada waktunya. Di dunia kartu kredit, kredit macet merupakan kredit bermasalah dimana pengguna kartu kredit tidak mampu membayar minimum pembayaran yang telah jatuh tempo lebih dari 3 bulan.

Kasus kredit macet akan meningkat bila banyak pelaku usaha terpuruk

Faisal melanjutkan, hal itu kian sulit manakala masyarakat menyimpan uang di bank dan pihak bank harus membayar bunga. Sementara, penyaluran kredit perbankan turun. Pendapatan bank semakin lama semakin tipis dan bisa merugi. Akibatnya, kasus kredit macet akan semakin tinggi.

“Karena ATM kan harus jalan semua, perangkat-perangkat teknologi juga harus on semua, tidak bisa istirahat dulu. Kalau sekarang kredit macetnya masih relatif terkendali, 3,11 persen naik dari 2,8 persen. Tapi ini datanya per Juni, karena data perbankan ini timeline-nya agak panjang,” ungkapnya.

Ekonomi tak bisa bangkit selama virus corona belum terkendali

Faisal mengatakan, Indonesia saat ini sedang memasuki fase krusial. Kasus COVID-19 setiap hari meningkat dengan kecepatan tinggi. Rata-rata kasus per hari mencapai angka 3.000-an. Sementara, angka kematian rata-rata sudah di atas 100.

“Tidak ada satu negara pun yang berhasil atau yang berani, kecuali beberapa negara saja, seperti Amerika Serikat yang berani melonggarkan pembatasan sosial tatkala kasus sedang tinggi-tingginya, sedang meningkat gitu. Jadi kita ini sedang mendaki, tapi kita disuruh lari kan ya tidak bisa. Ekonomi tidak bisa,” kata dia.

Masyarakat cenderung menahan belanja kendati pemerintah memberikan stimulus ekonomi

Untuk memulihkan ekonomi, kata Faisal, pemerintah mendorong masyarakat untuk belanja karena itu komponen terbesar di dalam PDB. Stimulus ekonomi diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bansos tunai, subsidi gaji bagi pegawai yang bergaji di bawah Rp5 juta, kartu prakerja, dan sebagainya.

Namun, lanjutnya, masyarakat cenderung menahan belanja lantaran bantuan itu tidak diberikan setiap bulan atau sepanjang tahun.

“Oleh karena itu, kalau coronanya masih lama, masyarakat berpikir ‘bahaya nih, saya harus berjaga-jaga lebih banyak’. Jadi buat berjaga-jaga, tabungan di bank naik. Dana pihak ketiga di bank naik, tetap konsisten 8 persen, sementara pertumbuhan kreditnya turun mencapai level terendah pada bulan Juni, hanya 1,5 persen. Oleh karena itulah, dunia perbankan secara keseluruhan tidak mengalami masalah likuiditas. Likuiditas tersedia, tapi tidak ada yang meminjamkan atau perbankan-nya hati-hati,” jelas Faisal.

Dolar AS Akhirnya Merosot ke Level Rp 13.000 Hari Ini

Dolar AS Akhirnya Merosot ke Level Rp 13.000 Hari Ini

Dolar AS Akhirnya Merosot ke Level Rp 13.000 Hari Ini – Rupee terhadap dolar AS mencatat booster. Hari ini dolar AS turun level Rp 14.000 dan Rp 13.000an bertengger posisi.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan bahwa terjadi dalam penguatan rupee terhadap dolar karena pasar merespon positif kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sebagai contoh, kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan dan Bank Sentral.

“Sejak orientasi politik BI untuk pemulihan ekonomi pasar merespon positif,” kata Ryan saat dihubungi detikcom, Jumat (2020/05/06).

Dia mengatakan 60% dari faktor yang membuat rupee diperkuat dari dalam negeri. Sedangkan sisanya 40% dari sentimen negatif di Amerika Serikat (AS) untuk membawa modal asing mengalir ke negara berkembang.

Selain itu, proyeksi lembaga keuangan bahwa ekonomi menyebutkan Indonesia adalah tidak mungkin bahwa negara-negara seperti Indonesia co-kontraksi. Ryan diharapkan sebagai kondisi yang mendorong tahanan dorongan untuk tetap stabil
Main Casino Tanpa Deposit.

“Ya momentum menjelang akhir tahun, tidak ada yang aneh itu sendiri diharapkan di pasar keuangan. Tapi ada juga catatan kritis apresiasi rupee harus dalam koridor baik dan keuntungan tetap dikelola,” katanya.

dikelola aman, maka tidak volatilitas terlalu kuat dan kondisi ini sangat membantu perusahaan untuk kegiatan impor dan ekspor menerapkan dasar yang memadai di rupee.

Berdasarkan data Reuters dolar AS melemah ke rekor US $ 13 823 dan membuat rupee yang kuat. Padahal, ia mengumumkan pasien mereka orang COVID-19-positif di Indonesia, rupiah jatuh ke dalam keruntuhan dan dolar ke level Rp 17.000 USD 16.000an untuk memprediksi menyentuh.

Suku Bunga Kredit Di Perkirakan Turun Lagi

Suku Bunga Kredit Di Perkirakan Turun Lagi

Suku Bunga Kredit Di Perkirakan Turun Lagi – Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan suku bunga kredit dan suku bunga deposito di bank. Berdasarkan analisis pasokan uang pada bulan April 2020 suku bunga kredit rata-rata turun 19 basis poin (bps).

“Suku bunga kredit tercatat 10,14% kurang dari 19 basis poin dibandingkan dengan 10,33% pada bulan sebelumnya. Seiring dengan tren penurunan suku bunga,” tulis pernyataan resmi BI yang dikutip, Rabu ( 2020/03/06).

Jadi selain pinjaman suku tertimbang suku bunga rata-rata deposito menurun di hampir semua kategori tenor. Misalnya, deposito satu bulan tercatat di bawah 5,69% dibandingkan bulan sebelumnya 5,76%.

Kemudian, untuk tenor 3 bulan terdaftar 5.92% dari 6.09% sebelumnya, jatuh tempo 6 bulan 6,31% dibandingkan dengan 6,42% dari bulan sebelumnya, tenor 12 bulan 6,52% dibandingkan dengan 6,6% pada bulan sebelumnya. suku bunga maka untuk deposito tenor 24 bulan tetap stabil pada level 7,32%.

BI juga mengutip data pinjaman bank di April 2020 terdaftar perlambatan, untuk $ 5,6011 triliun atau tumbuh sebesar 4,9% kurang dari bulan sebelumnya 7,2%.

Perlambatan terutama dalam peminjam perusahaan dan individu. Dalam kredit korporasi mencatat pertumbuhan 5,8% lebih lambat dari pada bulan-bulan sebelum 8%. Adapun pinjaman individu untuk 3,9% dari 5,8%.

dana pihak ketiga (DPK) di bank-bank April 2020 tercatat sebesar Rp 5,883.4 triliun, meningkat 8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya 9,6% Joker123 Login.

“Perlambatan deposito pada bulan April disebabkan oleh perlambatan permintaan dan Berdasarkan kelompok pelanggan tabungan., Perlambatan deposito terjadi baik di nasabah individu dan korporasi,” katanya.

Pergerakan Terbatas, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan

Pergerakan Terbatas, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan

Pergerakan Terbatas, IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan – IHSG ditutup tingkat yang lebih rendah 4.588,73 (-1,09%). Didorong oleh melemahnya Keuangan (-2,33%) dan pertanian (-2,10%).

IHSG ditutup lebih rendah mendorong kembali pembukaan kekhawatiran kegiatan ekonomi di beberapa negara yang bisa kembali memicu penyebaran mahkota yang saat ini belum sepenuhnya selesai.

Saham AS berakhir lebih rendah pada. Dow Jones 23.764,78 (-1,89%), NASDAQ ditutup 9.002,55 (-2,06%), S & P 500 ditutup 2.870,12 (-2,05%).

Pasar saham ditutup tajam AS sebagai investor yang telah berharap untuk membuka kembali ekonomi AS sekarang telah menjadi cemas. Kecemasan muncul dari pengamatan Dr Fauci bahwa pembukaan kembali ekonomi AS dapat menyebabkan peningkatan jumlah kasus Covid-19 unggul dan vaksin tidak ditemukan sampai waktu belum ditentukan. Akibatnya, jumlah korban jiwa di COVID-19 masih terus meningkat Download Joker123 Apk.

Selain itu investor juga khawatir tentang hubungan antara AS dan China semakin panas. Investor fokus pada komentar dari Fed.

IHSG diprediksi melemah. Hal ini diperkirakan akan terbatas karena kurangnya rasa percaya diri. Sangat mungkin menunggu dan melihat perkembangan Tunggulah, terkait dengan pemulihan ekonomi dan, di sisi lain investor berpotensi akan kembali memperluas-penyebaran covid terhalang.

Resistance 2: 4687
Kesalahpahaman 1: 4638
Dukungan 1: 4546
Dukungan 2: 4503

IHSG ditutup pada 4.639,11 naik tingkat (+ 0,91%). Penguatan didorong Lain-lain-IND (+ 3: 48%) dan pertanian (+ 2: 35%).
IHSG ditutup dengan terbalik didorong oleh optimisme bahwa orang-orang umum COVID-19 ekonomi akan segera pulih. Pemerintah telah menetapkan masalah generasi waktu akan dimulai segera ekonomi.

Pasar AS dicampur. Dow Jones 24.221,99 (-0,45%), tertutup NASDAQ 9,192.34 (+ 0,78%), S & P 500 ditutup 2.930,19 (+ 0,01%).