Dampak Buruk Media Sosial ke Kesehatan Mental

Dampak Buruk Media Sosial ke Kesehatan Mental

Dampak Buruk Media Sosial ke Kesehatan Mental - Dampak Buruk Media Sosial ke Kesehatan Mental

Sebuah sosial media merupakan salah satu wadah yang hampir memiliki oleh setiap orang. Mengingat sosial media sendiri adalah sebuah miniatur dari kehidupan nyata yang membuat seseorang akan betah berlama-lama saat menggunakan sosial media. Maka sisi lain perlu kita sadari bahwa, sosial media memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental bagi para penggunanya Menurut http://n-dine.com/.

Merusak kualitas hubungan dengan orang terdekat

Melansir dari http://94.237.75.85 salah satu dampak yang cukup fatal terhadap kesehatan mental bagi orang terdekat yang merasa hadirnya untuk hanya karena lawan bicaranya sedang bersosial media, hal ini sering kali kita temui pada sebuah komunitas yang terdiri dari dua orang atau lebih yang mana salah satu dari mereka sibuk bermain ponsel hanya karena alasan menggunakan sosial media.

Membuang banyak waktu tanpa disadari

Jika kita amati, terkadang kita sampai tidak sadar saat menghabiskan waktu selama berjam-jam saat menggunaakan sosial media. Hal ini memang sengaja dibuat dengan kaidah penciptaan sosial media awal, sebelumnya hal ini telah dirancang sedemikian rupa agar pengguna sosial media betah berlama-lama. Hal yang membuat kita tidak sadar ini sama halnya dengan unsur dopamine.

Memicu terjadinya krisis apresiasi diri

Maka salah satu dampak yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental ke sisi personal pengguna media sosial, mengingat hal ini akan mengerucut pada kondisi membandingkan diri yang dasarkan oleh berbagai standar yang tak menentu. Dalam artian yang lebih spesifik, terkadang kita merasa kurang secara personal jika membandingkan dengan keadaan teman kita pada sosial media.

Membohongi diri dari prinsip dan pandangan yang bersifat murni dan personal

Prinsip merupakan salah satu kiblat yang letaknya terdapat dalam diri personal manusia, baik yang berkaitan dengan fashion, kontur karakter, dan sebagainya. Dengan gesekan konten yang beredar ke sosial media, tentunya hal ini tidak menutup kemungkinan atas terjadinya situasi membohongi diri sendiri dari nilai-nilai murni yang ada pada manusia itu sendiri.

Memicu terjadinya perasaan minder yang berlebih

Merupakan salah satu aspek yang menjadi perluasan dari poin nomor 3. Maka yang mana perasaan minder ini biasanya berasal dari aktivitas membandingkan situasi orang lain. Dengan situasi kita di masa sekarang isu ini bisa berkaitan dengan aspek pecapaian materi dan pengembangan diri. Yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu masalah yang sering temui.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *