Orang Terkaya di Korsel yang Tersandung Kasus Korupsi

Orang Terkaya di Korsel yang Tersandung Kasus Korupsi

Orang Terkaya di Korsel yang Tersandung Kasus Korupsi, – Forbes baru saja merilis daftar 50 orang terkaya di Korea Selatan. Agak beda dengan negara lainnya, deretan orang terkaya negeri ginseng ini dipenuhi dengan pengusaha di sektor elektronik, teknologi komunikasi, farmasi, game online, dan kosmetik.

Posisi teratas masih diisi oleh Chairman Samsung Group Lee Kun Hee, 77 tahun, yang dinobatkan jadi konglomerat terbesar di Korea dengan harta sejumlah US$ 16,8 miliar atau setara Rp 234 triliun. Sejak dikabarkan terkena serangan jantung pada 2014, belum ada kabar terkini soal kondisi kesehatannya.

Mantan bos grup Samsung, Lee Kun-hee pada Minggu meninggal di rumah sakit di Korea Selatan. Kun-hee wafat di usia 78 tahun dan disaksikan anggota keluarga terdekatnya, termasuk putranya, Jay Y. Lee yang sedang dibui karena tersangkut skandal penyuapan.

Stasiun berita https://maxbetresmi.com/ hari ini melaporkan Kun-hee memiliki peranan sangat penting bagi Samsung lantaran di bawah kepemimpinannya perusahaan keluarga itu menjelma menjadi produsen ponsel dan chip memori terbesar di dunia. Kontribusi penjualan produk Samsung bahkan menyumbang 1/5 ke Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Ginseng.

Atas semua pencapaian itu, maka tak heran Kun-hee menjadi konglomerat terkaya di Korsel dan pengusaha yang paling berpengaruh. Menurut laporan Majalah Forbes, Kun-hee diperkirakan memiliki kekayaan mencapai US$21 miliar atau setara Rp310 triliun.

“Dengan sangat sedih, kami mengumumkan wafatnya Lee Kun-hee, Presiden Samsung Elektronik. Presiden Lee merupakan seorang visioner yang mengubah Samsung menjadi inovator unggulan dan pembangkit industri terkemuka dari yang semula bisnis lokal. Semua warisannya akan menjadi abadi,” demikian pernyataan tertulis dari Samsung pada hari ini.

Sebagai konglomerat terkaya di Korsel, hubungan dan pengaruhnya pun sampai merambah Istana Kepresidenan. Kun-hee terpaksa mundur dari kursi pimpinan tahun 2008 lalu lantaran tersangkut kasus korupsi dan penggelapan pajak. Kini putera Kun-hee, Jay juga tersangkut kasus serupa.

Lee Kun-hee mulai memimpin Samsung pada 1987 usai ayahnya meninggal

Dilansir dari stasiun berita BBC, Lee Kun-hee merupakan generasi ketiga dari pendiri Samsung, Lee Byung-chul. Perusahaan teknologi itu didirikan pada 1938. Rupanya ketika Byung-chul mendirikan Samsung, ia masih berprofesi sebagai eksportir buah dan ikan.

Kun-hee mulai masuk ke Samsung pada 1968. Ia mulai mengambil alih posisi sebagai presiden perusahaan pada 1987, usai ayahnya tutup usia.

Ketika ditinggalkan oleh sang ayah, Samsung masih dipandang sebagai perusahaan teknologi yang menghasilkan produk dengan harga murah dan berkualitas rendah. Tetapi, di bawah kepemimpinannya, Samsung menjelma menjadi perusahaan teknologi yang memproduksi beragam produk mulai dari ponsel hingga komputer canggih berkualitas prima.

Kun-hee mulai dikenal ketika mengucapkan kalimat “mari kita ubah semuanya, kecuali istri dan anak-anak kita” pada 1993 lalu. Tak lama setelah itu, Samsung kemudian membakar sebanyak 150 ribu produk ponsel yang tersisa.

Di bawah kepemimpinan Kun-hee, Samsung tidak hanya menjadi perusahaan produsen ponsel, tetapi juga chip memori, bahkan menjadi pemain besar untuk pasar LCD serta semi konduktor. Kun-hee sempat mundur sebagai presiden perusahaan pada 2008 lalu ketika ia tersangkut kasus korupsi dan penggelapan pajak.

Putera Lee Kun-hee turut dibui selama 5 tahun karena tersangkut kasus korupsi

Tidak berbeda dari nasib ayahnya, Lee Jae-yong yang menggantikan Lee Kun-hee memimpin Samsung Electronic Co. turut terlibat skandal korupsi. Jae-yong mulai memimpin perusahaan raksasa teknologi itu pada 2014 lalu, tak lama usai ayahnya terkena serangan jantung.

Stasiun berita CNBC pada 2017 lalu melaporkan di pengadilan, Jae-yong mengaku bersalah untuk beberapa tindak kriminal sekaligus antara lain penggelapan uang, suap, hingga memberi keterangan palsu.

Ia terbukti menyuap mantan Presiden Korsel, Park Geun-hye. Berdasarkan fakta di pengadilan Jae-yong menyuap mantan Presiden Geun-hey melalui orang terdekatnya. Tujuannya, agar kebijakan Pemerintah Korsel lebih menguntungkan perusahaan Samsung.

Mantan Presiden Geun-hye dilaporkan pada 2015 lalu menyetujui merger antara Samsung C&T dan Cheil Industries. Salah satu pemilik saham di Samsung C&T, Elliott Associates, menolak merger tersebut lantaran lebih menguntungkan Cheil Industries.

Namun, pengadilan banding pada 2018 memutuskan untuk menunda hukuman bui bagi Jae-yong. Ketika itu, ia yang masih menjabat sebagai Wakil Presiden Samsung Electronic, bisa keluar dari penjara.

Sementara, mantan Presiden Geun-hye dijatuhi vonis 25 tahun penjara karena terbukti menyalahgunakan kekuasaan dan menerima suap. Geun-hye menjadi Presiden kelima di Korsel yang terseret kasus hukum dan dibui.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *