Tokyo Catat 47 Kasus Corona dalam Sehari, Tertinggi Sejak Akhir Mei

Tokyo Catat 47 Kasus Corona dalam Sehari, kasus Tertinggi Sejak Akhir Mei lalu, Otoritas kota Tokyo di Jepang melaporkan 47 kasus baru virus Corona (COVID-19) dalam satu hari. Angka ini tercatat sebagai jumlah kasus harian yang tertinggi di Tokyo sejak pemerintah Jepang mencabut masa darurat nasional pada akhir Mei lalu.

Seperti yang diberitakan di televisi lokal Jepang, Asahi dan dilansir Reuters, Senin (15/6/2020), angka tersebut juga tercatat sebagai yang paling tinggi kenaikannya sejak 5 Mei, Disaat jumlah kasus harian lebih dari angka 40 dalam sehari.

Dari 47 kasus terbaru itu, seperti diberitakan di media nasional Jepang, NHK, ada sekitar 18 kasus di antaranya terkait dengan orang-orang yang bekerja di distrik lampu merah (red-light district) di Shinjuku Ward. Area itu telah menjadi lokasi kemunculan beberapa kasus Corona sebelumnya.

Dan tujuh kasus lainya, menurut laporan The Asahi Shimbun, yang berhubungan dengan cluster penularan di area Rumah Sakit Central Mussashino di Koganei, pinggiran Tokyo.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, sudah mencabut peringatan ‘Tokyo Siaga’ yang menyeruarakan kepada masyarakat agar memulai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona (COVID-19),Di dalam pernyatannya Gubernur Koike mengira bahwa situasinya telah aman dan stabil pada 11 Juni lalu.

Tetapi dengan bertambahnya 47 kasus dalam waktu sehari pada Minggu (14/6) waktu setempat, menandai sudah empat hari berturut-turut jumlah kasus-kasus baru Corona (COVID-19) di Tokyo melebihi dari angka 20.

Dari Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) menyampaikan total 5.548 kasus virus Corona kini telah terkonfirmasi di wilayah Tokyo.

Menurut data JHU, total semua kasus virus Corona di Jepang sejauh ini mencapai 17.369 kasus, dengan 927 kematian.

Tetapi, menurut otoritas kesehatan, wisatawan asing akan tetap menjadi ancaman. Sehingga pemerintah melarang warga negara Korea Selatan dan warga negara Eropa masuk ke wilayah Jepang.

warga asing yang singgah di Jepang juga diperbolehkan untuk kembali tetapi harus melalui karantina selama 14 hari setelah kedatangan. Menurut informasi tidak resmi, kebijakan tersebut akan tetap diberlakukan sampai setidaknya akhir April.